Monday, June 27, 2016

Brexit Haul dan Rekomendasi Tempat Belanja Online dengan Mata Uang Poundsterling

Holaaa beauties!

Selain menulis review kosmetik dan skincare, belanjain haulnya customer di sini, aku juga suka lihat-lihat kalo ada moment yang bikin aktivitas belanja online jadi asik. Iya dong, apalagi bentar lagi lebaran pasti THR gak lama lagi turun. Eits, jangan buru-buru dihabisin, kalo mau sabar sedikit aku mau kasih tips asik belanja online dengan memanfaatkan fundamental yang terjadi di pasar mata uang. Aaakkkk bahasanya.....intinya kita belanja dengan murah itu aja!


Iya, fundamental yang paling hot belakangan adalah Brexit. Britain Exit, atau hasil referendum sementara yang menyatakan Inggris bakalan keluar dari Uni Eropa. Berita ini sukses menghebohkan dunia dan hampir tiap hari tayang di berita televisi lokal, walaupun sebenarnya aku sendiri tidak terlalu terpengaruh. 

Tuesday, June 21, 2016

[Review] Heavenly Blush Yogurt & Tips Memilih Yogurt yang Baik

Me and Heavenly Blush Yogurt Strawberry 

Hai guys! Masih lancar kan menjalankan ibadah puasa?

Kalo bicara soal makanan dan minuman, aku termasuk orang yang suka makan, termasuk mencoba-coba berbagai macam minuman, jalan-jalan kuliner, sesekali memasak juga, bahkan kalo lagi gak kemana-mana aku suka mencoba makanan dan minuman yang dijual di minimarket. Namun, walaupun aku suka icip-icip makanan, aku juga pilih-pilih, apalagi buat diri sendiri minimal harus ada unsur sehatnya terlebih dahulu.

Salah satu minuman yang aku paling sering beli kalo mampir adalah yogurt. Yogurt? Hmmmm, siapa sih yang gak doyan yogurt. Aku juga punya masalah dengan pencernaan tadinya, jadi aku rajin konsumsi yogurt supaya ada asupan bakteri buat perut. Apalagi punya anak balita yang lagi aktif-aktifnya aku musti selektif untuk memilih makanan dan minuman yang aku konsumsi, soalnya anakku juga gemar icip-icip sih.

Monday, June 13, 2016

[Review and Swatches] ULTIMA II Dynamic Duo - ULTIMA II Delicate Lipstick and Blush

Tidak bisa dipungkiri, akhir-akhir ini aku banyak termakan trend makeup di instagram yang menampilkan lipstik dead matte dan heavy countoring, yang menurut aku kurang praktis dan tidak masuk akal untuk makeup sehari-hari. Waktu aku nyoba, serasa bukan jadi diri sendiri alias gak cocok.

Aku lebih suka fresh and radiant look buat harian, walaupun aku stay-at-home-mommy, I don't feel productive when I don't apply makeup. Dan sekarang aku lagi suka tampilan yang lebih segar, khususnya yang membuat tampilan bibir kelihatan "sehat" dan bernyawa. It is important having lipstick that delivers a luxuriously rich and vibrant color while pampering and hydrating lips. Singkatnya, aku sedang menyenangi riasan bibir yang cantik dan mewah, tetap penuh warna, serta tetap lembab.

Cuman sayangnya, kadang dalam satu brand tingkat ke-matchingan blush on dan lipstik seringkali gak nyambung, jadi biasanya aku suka skip bagian blush on. Tapi kali ini aku mau review produk yang super matching antara warna lipstik dan blush on-nya pas banget buat dipadupadankan, yakni dari brand ULTIMA II. Oiya ULTIMA II ini punya 15 pilihan shades lipstik, dan aku kali ini akan review 4 shades.

Brand ULTIMA II ini bukan produk baru, aku pengguna merk ULTIMA II semenjak jaman remaja, karena mamaku dulu pakai brand ini. 

Oke sabar ya, aku akan bocorin swatch-nya satu per satu. Let's enjoy my swatches and review here....

ULTIMA II Delicate Lipstick

ULTIMA II mengelurakan rangkaian Delicate Lisptick ini pada 2015 lalu, dengan 15 warna. Nah, yang akan aku cobain kali ini ada 4 warna:  Fuchsia, Apricot, Plum, dan Ruby.

PACKAGING
Kemasan yang kokoh dan gak ringkih

Friday, June 3, 2016

Ngobrol Impor Barang dari Luar Negeri - Curhat Time Kena Pajak 8x Lipat oleh DHL



Hi guys, apa kabar semuanya? Semoga teman-teman gak bosen ya kalo baca blog aku curhatnya bukan hanya soal make up, tetapi juga soal impor. Iya, impor barang dari luar negeri ke Indonesia ini polemik banget ya, bahkan artikel tentang cara impor barang yang pernah aku tulis juga termasuk popular post di blog ini. 

"Karena banyak oknum yang sengaja mengambil keuntungan dari kacaunya regulasi impor barang di Indonesia, dan lemahnya perlindungan hukum terhadap konsumen."


Yaa... gimana gak impor sih, banyak banget barang-barang lucu, yang gak cuman makeup, yang bisa kita beli di luar negeri. Gak semua orang punya rejeki lebih bisa jalan-jalan ke luar negeri. Buat aku yang jadi fulltime mother gini, apalagi hiburannya kalo gak shopping barang dan nonton drama korea? Sayangnya acara nonton korea agak tersendat karena website streaming yang suka ditunggangi oleh iklan-iklan judi sekarang diblok. Jadi hiburan yang tersisa ya shopping online aja lah.

Nah, baru-baru ini aku beli barang dari China untuk supply ke salah satu online shop aku, tapi ternyata aku ngalamin zonk. Zonk-nya kali ini adalah tagihan pajak yang ber-ber-ber-berkali-kali lipat dari harga barang. Sebenarnya ini bukan pengalaman baru, tapi aku mau tulis mumpung masih fresh, jadi teman-teman bisa lebih waspada.

Jadi, aku beli barang dari China sebesar $50 (yang seharusnya masuk ke Indonesia bebas pajak kalo maksimal $50 ya), eh kena pajak Rp 1.296.000 bangkeee..... Nah yang harus diwaspadai di sini, pertama adalah pihak ekspedisi DHL, catet ya namanya DHL. Iya, DHL dengan iklannya yang megah dan keren itu, adalah ekspedisi paling tidak rekomen untuk pembelian barang murah. Bagus kalo beli barang mahal sekalian bayar pajaknya deh, lah ini barang seharga $50 pun kena? Helloooo....

Penyebabnya adalah dari sellernya tulis invoice menjadi $16 (tanpa aku minta) dan pihak "bea cukai" DHL menetapkan harga menjadi $400, sehingga aku musti bayar pajak sebesar Rp 1.296.000 termasuk handling fee dll.

Nah, singkat cerita aku bayar pajaknya (karena butuh barangnya) dan kalo ditunda bakalan makin lama, aku perlu barangnya cepat. Kali ini aku mau review jasa DHL yang aku bilang tidak recommended ini.

1. DHL tidak memberitahukan kalo ada perubahan harga barang
Jadi, dari harga total + shipping cost $50 diganti menjadi $400 tidak aa pemberitahuan sama sekali ke pembeli. Okelah, itu ada undang-undangnya di bea cukai kita. Mungkin aku perlu bikin petisi soal ini, sangat tidak menguntungkan buat pihak importir. Padahal aku tidak menulis harga "fake" di invoice loh.

2. Tidak bisa revisi PPH padahal ada NPWP
Ini yang cukup parah karena non-NPWP dan NPWP ada perbedaan pajak PPH sebesar 7.5%, jadi sepertinya DHL sengaja membiarkan kita membayar lebih mahal. Kemungkinan skenarionya begini: Pembeli membayar PPH 15% > DHL punya NPWP membayar ke bea cukai 7.5% > DHL untung 7.5% tinggal dikalikan dengan banyaknya pembeli yang keblondrok seperti aku.

3. Tidak memberitahukan bahwa NPWP bisa di-submit duluan
Ini juga aku nggak tau kalo nggak nanya sama petugas antar DHL, iyakkk petugas antar karena orang-orang DHL seperti di poin 2, sengaja membiarkan kita bayar lebih mahal (gara-gara telat kasih NPWP). Ah too bad!

4. Tidak bisa memberitahukan estimasi pajak untuk incoming shipment
Ini kejadian tadi, waktu aku mau beli barang di atas $50 via DHL. Buat jaga-jaga supaya gak kena mahal. boleh dong nanya duluan estimasi pajaknya? Rupanya gak dijawab pemirsa sama tracing advisor yang bernama Steven Ho, dan disuruh nelpon ke CS. 

5. Beli barang via DHL = nasib-nasiban
Betul!
Nasib-nasiban ini adalah kata yang sangat jelas singkat padat dan menonjok yang dikatakan oleh Pak Zuri CS DHL yang aku telponin hari ini sekitar jam 12 lewat dini hari. Jadi walaupun invoice ditulis harga asli, tetap bea cukai yang menentukan, kalo ditentukan harganya lebih mahal ya nasib. Padahal bea cukai punya pejabat yang ditempatkan di DHL, iya intinya itu orang-orang dalem dia juga. Tapi CS ini berkata seolah-olah bea cukai yang salah kalo ngasih harga barang lebih mahal. 

6. Nagih pajak cepet, ditanya estimasi pajak = ping pong
Ini terbukti dari email-emailanku sama orang DHL kalo nagih pajak cepet, kalo ditanya estimasi pajak dioper-oper suruh nelpon ke CS. Thumbsdown!

7. DHL hanya "corrupt" di Indonesia
Terbukti pada saat aku melakukan pengiriman DHL ke luar negeri, ga pernah bermasalah kayak DHL Indonesia. 

Aku sih penasaran gimana caranya supaya jasa pengiriman yang nakal seperti ini bisa ditindak, karena CSnya dengan jelas-jelas malah nantangin aku ke meja hijau karena merasa DHL sudah bertindak sesuai aturan. Padahal aku hanya komplen dan bertanya gimana supaya bisa bayar pajak tanpa dimahalin, sesuai dengan harga pembelian aslinya aja.

Postingan ini aku tulis bukan semata-mata menghalangi niat kalian untuk impor barang, tapi lebih waspada dan hati-hati khususnya dengan DHL, karena DHL memiliki pejabat sendiri yang ditempatkan di bea cukai (intinya itu orang-orang dalem dia juga) sehingga mudah bagi dia untuk memanipulasi harga barang dengan tujuan pendapatan pajak tercapai lebih banyak, alias demi keuntungan pribadi perusahaan. Karena selama ini impor dengan pos aku selalu bayar pajak tanpa drama.

Mungkin teman-teman ada yang senasib? Boleh di-share juga di sini ya.

See you in my next post, please drop comment below so we can know your experience too

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...