Friday, September 30, 2016

Event Report - Mengulik Sebuah Brand Kosmetik Lokal Besutan Artis - Dissy by Andhika Pratama dan Ussy Sulistiawaty

“GATHERING BEAUTY BLOGGER WITH DISSY”

Buat yang pengen membaca event report yang sedikit berbeda, bisa melipir ke sini, karena gue akan kongkow melalui tulisan ini, tentang brand Dissy, dari kacamata sesama entrepreneur. Jadi, yang nyari event report dengan isi foto-foto makanan selama acara, maaf ya ngga ada hehe. Eh ada nih:

satu aja ya foto dengan makanan bersama blogger kece si Bule!

Photo credit to Muhammad Rahul Gobel


Jadi begini, beberapa waktu yang lalu, gue diundang ke Dissy blogger gathering, tentunya bersama para beauty blogger yang lain, yang kalian nanti bisa lihat wajah-wajah cantiknya di foto akhir postingan ini. Tentunya si pemilik brand, yakni  Andhika Pratama dan Ussy Sulistiawaty hadir sebagai narasumber.

Satu kata yang gue rasakan tentang event ini, sebelum bicara asik atau nggaknya. Jauh! Iya, lokasinya lumayan jauh, karena gue di Jakarta Pusat dan acaranya di planet Kemang. 

Tapi ada beberapa poin kenapa acara Dissy ini sangat menarik, bahkan gue mengetik event report ini dengan sangat bersemangat.
Photo credit to Muhammad Rahul Gobel

1. Dihadiri oleh owner langsung

Bukannya gue anti sama yang namanya delegator, atau brand ambasaddor sebuah brand. Namun kehadiran owner ini buat gue memiliki nilai personifikasi yang lebih tinggi, dan biasanya kisah-kisah yang disampaikan lebih jujur, ketimbang seorang brand ambasaddor, atau marketing managernya.

Photo credit to Muhammad Rahul Gobel


2. Feedback yang berbeda karena yang hadir adalah blogger

Beauty blogger, yep makhluk-makhluk kayak gue, dan teman-teman yang lain, ini adalah makhluk yang sangat krusial picky-nya! Picky on everything, especially makeup. Kita maunya sesuatu yang bagus, murah, tahan lama, dan ngga bikin jerawatan! Eh, makeup sama kulit wajah kan jodoh-jodohan ya.
Photo credit to Muhammad Rahul Gobel


3. Kendala awal memproduksi Dissy

Gue kira brand Dissy ini laku, karena yang punya artis. Ternyata ngga seperti itu. They was failed, and it's so human. Ya, kegagalan penjualan sabun dan body lotion sebanyak 1000 buah yang telah diproduksi, ditolak oleh toko-toko.

Photo credit to Muhammad Rahul Gobel

4. Shift ideas!

Di sini part yang cukup menarik. Di kala ketidaklakuan produk Dissy, Andika dan Ussy ternyata tidak patah semangat. We talk about business here, once you stopped it, it will stopped forever. Jadi, hal ini jadi masukkan yang bagus, khususnya buat kami para blogger, juga buat gue yang selain blogger juga mengelola usaha sendiri. Lanjtannya, sabun dan body lotion tadi, akhirnya terjual di instagram yang mayoritas adalah fans. Skip, akhirnya Dissy memproduksi lipstik dan produk kosmetik lainnya, dan mayoritas penjualan lewat instagram.

5. Kendala yang dihadapi saat ini

Packaging. Yang gue lihat memang packagingnya sangat-sangat biasa, bahkan kurang menarik. Konon, permintaan pembuatan packaging yang berbeda membutuhkan cetakan khusus sehingga harga akan menjadi lebih mahal dari pabriknya, sehingga biaya lebih difokuskan pada kualitas produk. Masuk akal, memang pabrik yang memproduksi kemasan di Indonesia tidak terlalu banyak.
Parfum. Wanginya kebanyakan standar, tidak terlalu wow ya. Ini juga salah satu kendala di mana varian parfum, atau minyak esensial yang beredar di Indonesia memang tidak terlalu banyak. Kalau mau lebih bagus, memang harus impor lagi.

6. Upcoming product

Pastinya masih ngga jauh-jauh dari kosmetik, yaitu bb cream, serta lip cream stick. Aku pribadi sih masih menantikan perubahan packaging, minimal dari font yang masih agak "jadul" hehe. Semoga ke depannya nanti bisa banyak perkembangan lagi untuk brand Dissy, secara ini produk asli Indonesia, terlepas dari siapapun ownernya.


Photo credit to Muhammad Rahul Gobel
Kalau menurut pendapat gue sih, secara event semuanya oke, tertata rapi dan acara berjalan lancar. Gue sendiri sih sukanya Dissy ini harganya cukup murah, padahal besutan artis kirain mahal getow. Kualitasnya sendiri lumayan bagus, sebagai kelanjutannyadi postingan berikutnya aku akan review beberapa produk yang aku dapat dari Dissy ya!


See you in my next post, please drop comment below so we can know your experience too

Wednesday, September 28, 2016

Review Shinzu’i Facial Wash dan Body Lotion - Cara Mudah Memutihkan Kulit Wajah dan Badan

Hai guys!

Beberapa bulan ini aku sibuk dengan urusan kodrat wanita yakni dunia bayi dan anak, sehingga untuk merawat kulit pun rasanya waktu jadi berkurang. Karena waktu untuk perawatan kulit berkurang, otomatis aku makin selektif memilih produk khususnya untuk perawatan kulit wajah. Sejujurnya, aku tidak sempat kalau harus mengikuti layering skincare, karena memang tidak punya waktu sebanyak itu, namun aku tetap mau supaya kulitku tetap terlihat bersih dan cerah.

Nah, beberapa waktu yang lalu aku mendapat kesempatan untuk mencoba rangkaian pembersih kulit wajah dari Shinzu'i. Kalau dengar brand Shinzu'i sendiri, aku rasa semua sudah tahu bahwa Shinzu'i merupakan satu brand yang cukup lama dikenal di Indonesia dengan spesialisasi mencerahkan kulit dengan formula dari Jepang.



Bukan rahasia lagi, orang Indonesia menginginkan kulit yang putih dan cerah seperti orang Jepang. Ya, di negara Asia Jepang sangat terkenal dengan kulit yang cerah, dan menarik. Rahasianya ternyata bukan hanya pada pigmen kulit bawaan saja, tetapi juga terletak pada perawatan kulit sehari-hari yang digunakan, khususnya untuk kulit wajah yang merupakan bagian tubuh pertama yang terpapar matahari.

Ehm, aku perlu luruskan dulu ya, bahwa penggunaan perawatan wajah yang benar itu bukan membuat kulit wajah menjadi lebih putih dari kulit leher, atau badan. Jadi cara kerja sabun pembersih wajah yang benar adalah membantu membersihkan kotoran yang menempel di permukaan wajah, sehingga kulit yang bersih itu menghasilkan efek cerah. Walaupun kulit seseorang berwarna coklat, tapi kulit coklat yang bersih dan tidak kusam itu yang akan bikin kulitnya kelihatan cerah dan menarik.

Selain mencermati cara kerja produk pembersih wajah dan turunannya, aku juga biasanya pasti akan mencari tahu bahan-bahan apa yang digunakan dalam sebuah produk. Kenapa begitu? Karena banyak produk di luaran sana yang memberikan klaim hasil instan (kedengarannya tidak masuk akal) ternyata terbuat dari bahan-bahan yang berbahaya, dan tidak jelas. Lalu bagaimana dengan produk dari Shinzu'i, apakah bahan-bahan yang digunakan? Yuk lanjut baca review aku untuk produk Shinzu'i Facial Wash Regular dan Anti Acne.

Wednesday, September 14, 2016

Review Glamskin Papaya & Grapefruit Mist Moisturizing Gel - A Mist Can Carry on Airplane Cabin

This post written both in English and bahasa. Enjoy!

A black beautiful beauty box from Charis


Hi everyone, this time I'm back with a new product for review, from Charis. So, I think this is called new product because this model is quite in my country Indonesia. Yeah, that perfumed moisturizer in spray packaging. Cute isn't it?



The products that I review this time is: "Glamskin Papaya & Grapefruit Mist Moisturizing Gel"

Its name is long, as well as function. This product I got from beauty box sent by Charis, which is an online shop of the South Korea-based influencer.


This is a brand from Gran Beauty, which is CEO Gran executive was director of marketing at Estee Lauder. Why Gran? Since this product is more important function than branding and packaging. See that name is long and has a lot of function. Yay!



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...