recent posts

banner image

Pengalaman Kartu Kredit Standard Chartered Bank di-Hack (Carding)



Tanggal 21 Maret merupakan hari yang sangat bersejarah buat gue. Pasalnya, selama kurang lebih 5 tahun memiliki kartu kredit, baru kali ini mengalami kartu yang jelas-jelas disimpan di dompet, dan 3 digit angka di belakang (CVV) selalu diselotip hitam dari awal penggunaan kartu, tau-tau dipakai transaksi secara online oleh pihak yang bertanggung jawab (iye, bertanggung jawab atas ngabisin limit kartu gue!).

Ada beberapa transaksi online yang dilakukan yakni sebesar Rp 2.9 juta, Rp 5.8 juta, 7.9 juta dan Rp 8 juta sekian (please jangan salah focus ke limit kartu gue, emang banyak kok). Ah, kampret tenan kan ya.

Jadi secara singkat aja, gue akan ceritakan kronologis kartu kena hack dan cara penanganannya:
1.  Kartu akan dipakai transaksi dalam jumlah kecil terlebih dahulu untuk test, bisa dipakai atau nggak
2.  Kemudian jika berhasil pelaku akan melakukan transaksi dalam jumlah besar
3. Segera hubungi bank penerbit kartu jika terjadi transaksi mencurigakan >> kartu lo di dompet, tiba-tiba ada sms pemberitahuan transaksi.
4. Membuat surat sanggahan transaksi. Sampe sini dulu, gue juga masih nunggu update’an dari pihak bank.

Yang gue sayangkan, dalam hal ini, bank penerbit kartu kredit gue yang ke-hack, sangatlah lemah security dan pengawasannya karena ngga ada satu orang pun yang nelpon ke gue pada saat transaksi terjadi. Padahal kartu dari standard chartered bank ini kan udah double security, ada password dan OTP.

Tentu saja hal ini sangat berbeda dengan penerbit bank lain, yang langsung nelponin gue saat ada transaksi mencurigakan (ya, gue kena juga di kartu yang lain, ngga cuman kartu kredit standard chartered bank, namun officer card center kartu lain tersebut sangat sigap, 2 menit kemudian dia nelpon gue dan kartu gue aman udah cancelled alias terblokir, tinggal kipas-kipas nunggu kartu baru dateng).

3 menit setelah kejadian itu (yang nanya kenapa kok bisa dibobol secepat itu, gue juga ngga tau caranya, kemungkinan si pelaku sudah standby sehingga bisa melakukan banyak transaksi dalam waktu bersamaan), gue nelpon dong ke call center kartu kredit standard chartered bank, dan komplain. Well, di luar ekspektasi gue, officernya malah nyuruh gue nunggu sampai transaksi terposting (ditagihkan ke gue), dan CUMAN bisa blokir kartu, ngga bisa bikin laporan ke merchant, atau at least ngecek transaksinya terjadi di mana (dan gue nanya pun dia jawab asal, karena sebagian web kejadiannya berbeda dengan yang dia sebutkan). AH, soal internal dan prosedur mana gue mau tahu, gue sih maunya dia kontak ke merchant gitu, atau apalah ngabarin kalo itu fraud biar merchant juga aware ya.

Gue sih ya kecewa sama penerbit sekelas standard chartered bank yang ngga nelponin gue pas transaksi terjadi dan cuek-cuek aja gitu loh, seakan-akan gue harus menerima nasib. Boleh dong, gue baper karena perlakuan mereka yang cukup santai dan ngga ada urgensinya sama sekali terkait pembobolan kartu. Kayak ginian bisa lapor ke YLKI ngga sih?

Gue ngga mau nanti bulan depan akan ada debt collector yang nungguin gue untuk nagih transaksi yang gue ngga pakai, dan 3 menit setelah terjadi gue lapor (bukan gue santai-santai dulu loh ya).

Jelas, tujuannya gue nulis post ini supaya viral, supaya everybody knows, semua orang tau, bahwa ngga semua yang kelihatannya keren, dan established contoh seperti standard chartered bank ini, bisa dengan cepat men-deliver after sales service. MAU DIBILANG OKNUM, tapi ternyata jawaban customer service-nya sama semua, ngentengin gitu. Emang, uangnya bukan uang kalian, tapi ya mosok begitu. Pengen rasanya njejelin muka mereka dengan sandal jepit.

Singkat cerita, gue diminta nunggu 3 hari sampe transaksi terposting dan beberapa hari yang lalu gue masih nunggu kejelasan, karena dijanjikan akan dihubungi oleh TIM INVESTIGASI, namun belum ada realisasinya sama sekali. Sampai hari ini.

Dan pas gue nanya kapan waktu investigasinya, maksimal adalah 45 hari kerja. UNBELIEVEABLE.

BUAT CARDERNYA, gue ngga segan-segan akan lapor polisi, karenanya selain gue lapor ke bank, gue juga menjalankan investigasi sendiri, terkait transaksi yang elo lakuin ke gue. Gue udah ngantongin nama, alamat, kota orang yang lu pakai buat transaksi ini. Bertobat aja deh lu.

Sebagai data tambahan, ini adalah merchant tempat gue melakukan transaksi online selama 1 tahun terakhir, ada baiknya gue share di sini buat jaga-jaga aja, sapa tau ada yang transaksinya serupa kayak gue, maka kemungkinan hacker juga bisa melacak nomor kartu. (Karena data CC yang nempel itu yang bahaya)

Berikut nama merchant-nya:
Agoda
Ruparupa.com
Traveloka
JD.id
Blibli
Midtrans
Mataharimall
Tokopedia
Althea
Lazada
Sociolla
Honestbee
Domino's Pizza
Doku

Bersambung, gue akan update hasilnya begitu udah ada kejelasan dari standard chartered bank.

Update: Setelah membuat surat sanggahan, hasilnya dana yang didebet dikreditkan sementara, namun jumlahnya tidak full. Sayang sekali, sampai saat ini SAMA SEKALI tidak ada telepon, ataupun penjelasan dari pihak bank SCB kenapa hal ini bisa terjadi. Dan follow up terakhir gue, katanya untuk hasil investigasi masih menunggu maksimal 45 hari. Oke we'll see.

Update lanjutan: Akhir cerita, dana yang dipakai untuk bertransaksi tanpa sepengetahuan saya ini dikembalikan full oleh pihak bank SCB. Saya mengucapkan terima kasih sebelumnya, namun ke depannya saya harapkan dari pihak CS bisa lebih proaktif ngabarin kek ke customer, supaya kami tidak cemas. Saya pun masih belum tau kenapa hal ini bisa terjadi.

See you in my next post, please drop comment below so we can know your experience too

Pengalaman Kartu Kredit Standard Chartered Bank di-Hack (Carding) Pengalaman Kartu Kredit Standard Chartered Bank di-Hack (Carding) Reviewed by Innova Carolina on 8:46 AM Rating: 5

13 comments:

  1. Pernah dipakai belanja di lazada ya? soalnya beberapa kartu kredit ada yang disimpan otomatis ke database mereka

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya pernah di lazada. jadi penyebabnya dari situ ya. makasih

      Delete
  2. Saya mengalami kejadian serupa untuk transaksi yang saya lakukan di ruparupacom dengan kartu kredit Standard Chartered dan diminta untuk menunggu sampai transaksi terposting oleh CS.

    Hari ini 11 April 2017 mendapat SMS dengan total transaksi melebihi limit saya Rp. 29 juta sekian...

    Saya bertanya apa yang harus saya lakukan supaya transaksi tersebut tidak masuk dalam tagihan saya.

    Kasus serupa bulan Maret 2017 saya alami menggunakan BCA di ruparupacom, tapi saya tidak berpikir bahwa di hack karena ruparupacom.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah saya balas via email ya, semoga lekas terselesaikan.

      Delete
  3. Sama, CC bank mega gw juga kena Hack. Gw simpen data CC gw di shopee, ykrn gak ada pilihamn. klo kaya di bukalapak kita kan gak m esti simpen data CC. Dan tgihan2 siluman itu masuk dalam tagihan, standar investigasi mereka 35 hari kerja (lebih dari 1 bulan), klo lama berarti mesti gw bayar dong, kan jatuh tempo. pengen gw tutup tuh CC. Klo ada malah penyelesaiannya gak berstandar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo bank mega udah nggak heran sih, emang sering kasusnya

      Delete
    2. OOh gtu, balik lagi gak tuh duitnya?, makasih ya infonya.

      Delete
    3. balik, tapi lama, dan harus saya follow up terus

      Delete
  4. Saya kenanya di Lazada euy...Saya Tanya ke SC n LAzada mengenai Transaksi yang tidak pernah lakukan, pihak SC minta waktu 45 Hari ....btw cara treasure/investigation sendiri caranya gimana ya, penasaran euy

    ReplyDelete
    Replies
    1. lazada memang rawan ya, saya baru tau. caranya harus kontak ke merchant, tapi ngga semuanya mau bantu sih ya

      Delete
  5. Aku barusan kena,, kira2 jm 7 malem ini,, cc danamon, kena 500 euro ajah gt, hikkkssss 😭😭
    Anehnya transaksinya bkn di toko online, tapi di carrefour, tapiii carrefour yang di madrid,, sedangkan aku lg leyeh2 plg kantor di jkt,, 😖
    Udh lapor hellodanamon, kartu udh d blokir,, dan ternyata transaksi itu kedetect sama fraud detection system mreka, dan aku dihubungi via email sm officernya, tapi aku taunya justru dari notif sms yg kliatannya masuknya lbh lama dr email pmberitahuan mreka. Mdh2n bisa segera diproses pengembalian dana setelah form sanggahan transaksinya aku kirim,, horor ih, belum cetak tagihan soalnya,, kepikiran juga apakah carrefour systemnya sedang ke hack ato gimana yaakk,, doakan saya sukses melewati segala cabaran perkartukreditan inih,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa ditolak kalau emang kita ngga lakukan transaksinya, tapi emang rada capek follow up ke bank sih ya

      Delete
  6. kena agoda,besoknya baru lihat email kalo ada transaksi besar lgsg telp dan katanya lgsg di blokir dan ga masuk tagihan billing. lah pas tagihannya dateng tetep ada itu tagihan agodanya. boleh ngoceh ga? jd kesel kmren blgnya ga masuk billing

    ReplyDelete

Powered by Blogger.