Wednesday, April 26, 2017

Cara Menghindari Pajak Bea Cukai Secara Legal



Berhubung saya cukup aktif dalam kegiatan belanja dari luar negeri, saya suka mendapat pertanyaan ini: Kak, bagaimana caranya membeli barang dari luar negeri supaya tidak kena pajak?
Sebelum saya menjawab pertanyaan ini, perlu diketahui bahwa semua barang yang diimpor (beli dari luar negeri), harus melalui proses pemeriksaan bea dan cukai.
“Ribet amat sih?”
Helawww, emang peraturannya gitu kali. Gue sih ngga akan membahas kenapa kita musti taat dengan peraturan, it’s up to you guys. Dan tolong jangan tanya ke gue gimana caranya “ngelewatin” pemeriksaan bea cukai. Kalo nggak suka silakan pindah negara, sapa tau di negara lain peraturannya beda. Semoga sih....


Walaupun tetap melewati pemeriksaan bea cukai, tenang saja bukan berarti orang-orang bea cukai ini penjahat, tukang sita, tukang obrak abrik barang belanjaan atau barang kiriman kita. Percayalah, mereka ini hanya melaksanakan tugas, walaupun memang tidak terlepas dari kekurangan, dan kekurangan, dan kekurangan karena gue keki banget terakhir barang kiriman diacak-acak nggak dibalikin lagi packagingnya. Saat ini bea cukai jauh lebih baik daripada dulu, dan jauh lebih pinter. Mereka bukan petugas dungu yang bisa dibodohi dengan under value, alias nilai belanjaan fiktif supaya nggak kena pajak. It is a BIG NO, jangan pernah ngelakuin itu.

Berikut caranya supaya barang tidak kena pajak, TIDAK KENA PAJAK YA, BUKAN SUPAYA BARANG NGGA DICEK SAMA BEA CUKAI
1. Nilai kiriman barang berikut ongkir tidak lebih dari FOB USD 100. Kalau belinya pakai mata uang lain, tinggal dikonversi aja. Kalau belum tau cara konversinya bisa nanya ke google.
2. Untuk yang hand carry, kondisikan barang seperti barang milik sendiri. Contoh: jika membawa iphone ya iphone-nya nyalain aja seperti milik sendiri, dusbooknya bisa ditaruh di bagasi, atau dikirim via pos. Jadi yang bawa barang-barang masih segelan, ya biasanya mereka ini yang bakalan kena cek.
3. Sebisa mungkin jika membawa gadget, bawalah dengan kondisi yang wajar. Contoh: 1 orang membawa 1 unit iphone, 1 android, 1 laptop dan 1 kamera, masih masuk akal ketimbang 1 orang membawa 3 unit iphone. 
4. Untuk yang membawa baju, masukkin ke koper, plastiknya bisa di-discard aja supaya terlihat emang baju pribadi. Buat yang jualan baju, ngga usah pusing kalo tag harga dll dicopotin, karena sebetulnya masih bisa dipasang lagi begitu sampai di Indo, tinggal beli loop gantungan yang khusus buat hangtag.
5. Membawa suplemen, makeup, atau obat pribadi, sebaiknya tidak terlalu banyak dan tidak perlu sayang untuk membuang kemasannya, atau memisahkan antara produk dan packagingnya di dalam bagasi. Sayangnya, ranah pemasukan barang ilegal untuk makeup dan obat-obatan lewat impor borongan ini sudah gue mention beberapa kali ke bea cukai, dan bahkan bertanya kepada bapak kapolri dan presiden, masih aja dicuekin, padahal banyak online shop yang tidak mengantongi ijin BPOM memasukkan barang kosmetik luar negeri yang jelas-jelas sudah ada distributornya di Indonesia.

Baca juga: Tempat Berbelanja Kosmetik Palsu, DIJAMIN PASTI PALSU

Masalahnya, terkadang kita sudah „Merasa“ baik, namun masih saja kepentok urusan bea cukai ini. Nah berikut hal-hal yang tanpa disadari menggiring kita pada kesulitan:
1. Melakukan declare harga barang lebih murah dari harga sebenarnya / undervalue. Kondisi undervalue ini terkadang bukan pembeli pelakunya, kalo di gue sih karena gue sering belanja barang dari China, pelakunya ya seller-seller tersebut. Gue sih nyerah, padahal udah sengaja pilih barang yang FOB $50 (sekarang FOB $100), teteup aja sama sellernya ditulis harganya jauh lebih murah daripada belanjaan gue. Solusinya sih kooperatif aja sama bea cukai kalau diminta bukti pembayarannya.

2. Memasukkan barang yang dilarang. Contoh: obat-obatan, yang berhubungan dengan seksual, senjata. Ini jelas ada larangan, tapi kalo masih ngeyel ya tanggung sendiri akibatnya.

3. Tidak mencatat dengan benar, tracking number, dan estimasi kapan barang datang. Gue ngga terlalu suka dengan istilah lupa ngecek, atau ngga sempat karena sekarang ini ada google calendar, alias reminder di henpong masing-masing. Jadinya kalau barang hilang, atau nyangkut di bea cukai dan sudah hampir dimusnahkan, kitanya nggak tau. Capedeh.

4. Tidak menulis isi barang yang sebenarnya. FIX KACAU. Kalian tau apa yang gue maksud lah ya. Jadi kalau beli handphone ya ditulis handphone, jangan ditulis charger, entar yang dateng chargernya doang.

Oke segitu dulu aja, kalau ada pertanyaan jangan sungkan nulis di komentar entar gue update.


See you in my next post, please drop comment below so we can know your experience too

4 comments:

  1. Sedih plus keki bangettttt skrg g boleh terima kiriman makeup sama sekali 😭😭😭😭

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku masih bisa sesekali terima makeup say. bukannya kalo di Bali lebih longgar katanya

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...