Ulang Tahun Lemonilo Giveaway Iphone 11 dan Brompton

Buat yang baca judulnya, ini bukan clickbait, beneran Lemonilo lagi ngadain giveaway iphone 11 dan sepeda Brompton. 
 

 
 
Giveaway-nya sendiri banyak banget dan nggak main-main jumlahnya. Hadiah tersebut adalah 1 sepeda Brompton, 4 iPhone 11, 40 Smartphone, 4 sepeda anak, 4 cooking set greenpan, 40 kompor Quantum, 440 voucher belanja, dan belasan juta uang tunai. Giveaway ini diadakan dalam rangka ulang tahun Lemonilo yang ke-4. Tidak terasa ya sudah 4 tahun Lemonilo ini ada di Indonesia.

Saya sendiri mengenal Lemonilo baru 2 tahun belakangan ini, lewat iklan di tv. Terus kan anak-anak minta nyobain tuh, dan pas saya lihat produknya di minimarket, saya tertarik karena kandungannya alami, serta natriumnya juga lebih rendah dari mie instan biasa (yang saya cek duluan mie instan-nya).

Produk Lemonilo favorit saya mie goreng, rasa mie-nya lembut dan mirip mie home made buatan orang tua saya. Jadi kayak Lemonilo itu mie yang jadi obat kangen karena rasanya mengingatkan mie buatan sendiri. 

Lemonilo sendiri produknya sekarang banyak, tidak hanya mie, juga ada bumbu, chips, dan banyak lainnya bisa cek di website atau sosial medianya juga. Saya sendiri kagum dengan idealisme founder Lemonilo yang teguh mengadakan makanan yang sehat, karena ini terus terang sulit. 

Saya sendiri sudah termakan stigma kalau makanan yang lebih sehat itu "less" enak. Padahal ternyata tidak. Stigma itu yang membuat saya judge sebelum mencoba. Lemonilo sendiri rasanya tetap enak, bahkan nggak "over" salty dan gurihnya.

Saya sendiri juga makin bersemangat diajakin Lemonilo hidup sehat ketika mengikuti event online-nya beberapa waktu yang lalu. Kesuksesan Lemonilo membuktikan tidak ada yang tidak mungkin, khususnya sesuatu yang baik yang ingin dicapai.
 

Lemonilo sendiri aktif bekerja sama dengan artis dan influencer untuk mempromosikan gaya hidup sehat yang bisa dinikmati lewat produk-produknya. Beberapa waktu yang lalu saya juga menulis keseruan Lemonilo bersama keluarga Raffi Ahmad.
 
 Baca juga: Lemonilo x Rans
Kali ini Lemonilo mengumumkan giveaway akbarnya bersama Ria Ricis yang dapat diakses di channel youtubenya. 
 


 

Beberapa waktu lalu, Ricis mengunggah video yang merekam momen saat ia memberi kejutan ulang tahun untuk sahabat sekaligus tim Ricis, Derry.

Dalam video bertajuk “DETIK-DETIK SURPRISE ULTAH DERRY YANG GAGAL. Gak Suka Kadonya...”, Ricis telah menyiapkan kejutan sekaligus kado spesial untuk Derry. Ricis sengaja membeli topi mahal untuk Derry karena sahabatnya ini sangat menyukai topi. Namun, ia mengemasnya dalam bungkus kado biasa agar tidak terkesan mewah.
 

 

Sambil mempersiapkan kejutan ulang tahun, Ricis memergoki sahabat-sahabatnya tengah menyantap cemilan. Ricis menawarkan mie instan Lemonilo untuk sahabat-sahabatnya. Ricis mengaku selalu menyantap mie instan Lemonilo selama menjalani program diet.
 
Dengan menyantap mie instan Lemonilo, Ricis mengatakan bahwa ia tidak khawatir lagi dengan pola makannya. Menurut Ricis, untuk menjalani hidup yang lebih baik, wajib untuk memilih bahan makanan tanpa bahan pengawet. Saya setuju dengan youtuber muda ini, hidup sehat perlu dimulai sejak awal, dan senang kalau Ria Ricis bisa influence subscriber-nya hidup lebih sehat, bersama Lemonilo.
 
Selain memberi masukan untuk sahabat-sahabat sekaligus para subscriber-nya mengenai pola makan sehat, Ricis juga memberi ucapan selamat untuk Lemonilo yang tengah berulang tahun.
 
Buat teman-teman yang mau nonton video lengkapnya bisa lihat di bawah ini ya
 


 

 
Jangan lupa ya teman-teman, giveaway ini berlaku pada periode 1–31 Oktober 2020. Untuk informasi lebih detail mengenai cara-cara mudah ikut giveaway Lemonilo, langsung saja kunjungi akun Instagram Lemonilo.
 
Yuk ikutan giveaway #BanggakanSehatmu dan menangkan hadiah senilai ratusan juta Rupiah!
 
 
 
See you in my next post, please drop comment below so we can know your experience too

7 Pantangan Saat Memakai Softlens

 

 
Softlens membuat mata auto cantik, makanya banyak banget yang suka memakainya, bahkan dalam kondisi mata tidak minus sekalipun. Berpengalaman memakai softlens selama 14 tahun, saya pernah juga mengalami hal-hal tidak menyenangkan karena softlens. Maka dari itu di artikel ini saya merangkum apa yang perlu kita perhatikan sebelum membelinya.

1. Jangan membeli online, jika...
Ini penting sekali, terutama jika pertama kali memakai softlens, karena pengguna pertama itu masih belum memahami cara pakai softlens. Pilihlah optik yang nyaman untuk bisa mengukur ukuran softlens dan pastikan petugasnya mau mengajari cara menggunakan softlens pertama kali. Dulu, saya pertama kali memakai softlens umur 17 tahun. Waktu itu saya masih tinggal di desa, jadi pas liburan ke luar kota (Surabaya) saya mampir ke optik langganan kakak saya, namanya JM Top Optical. Di sana diajari cara pakai softlens dengan sabar sekali oleh petugasnya.

2. Softlens expired pendek / immediate use
Ini kejadian di saya. Beberapa bulan lalu saya membeli softlens buy 1 get 1 di shopee, dari Exoticon, toko resminya softlens X2. Nah, bermasalahnya di softlens gratisnya, pas dipakai expired pendek, dan di mata keras! Ya, keras, ganjel, sepet, whatever, akhirnya berakhir di sampah. Jadi jangan sekali-kali tergiur gratisan, bahkan dari toko resmi pun tidak aware kalau softlens gratisan itu mungkin sudah jelek. Kayak gini ya pastinya berakhir di tempat sampah, daripada mata saya iritasi. Jika dipaksakan, risikonya adalah luka di mata, dan pasti habis uang lebih banyak untuk benerin ke dokter mata.

3. Softlens tidak ada ijin
Kalau dipakai enak sih nggak masalah. Kalau dipakai nggak enak, ini tidak bisa menyalahkan siapa-siapa. Kejadian di saya waktu itu mata saya iritasi menggunakan softlens yang tidak berijin, sehingga saya juga tidak bisa komplen ke siapa-siapa. Di masa lampau, sekelas Bausch n Lomb Indonesia saja pas softlens-nya sampai dan keras, diproses tidak ada tanggapan berarti lewat partner jualannya di Lensza, ya udah deh cukup tau saja saya ngga perpanjang, softlens nya berakhir kembali di tempat sampah. 

4. Harga sangat murah
Ada harga ada rupa, ternyata benar. Beberapa softlens keluaran X2 yang harganya sangat murah sekitar 30ribuan, itu beda dengan yang lebih mahal. Ada yang cocok dengan yang murah itu, namun sayangnya nggak cocok di saya jadi saya nggak teruskan pakai. Kembali di tempat sampah setelah beberapa kali pakai saja. 

5. Softlens melebihi masa pakai
Sejujurnya saya pernah memakai softlens melebihi masa pakai, tapi yang mahal, dan kebetulan mungkin karena softlens nya berkualitas bagus di saya enggak apa-apa. Tapi, ini bukan buat dibanggakan ya, tetap saja sebaiknya cycle softlens mengikuti apa yang ada di boks nya. 

6. Memakai softlens saat menangis
Ini tidak disengaja. Maksud saya di sini menangis bukan yang mode ringan seperti pas nonton drama, tapi beneran menangis yang keras dan keluar air mata. Entah kenapa, kalau di saya ya, selesai menangis itu softlens jadi lengket di mata, dan agak sulit dibuka. Untuk membuka softlensnya, saya harus menunggu "mata normal" dulu, dalam artisan nggak bengkak dan merahnya berkurang. 

7. Ceroboh, pelupa, dan malas
Sudah jelas ditulis di boks nya kalau softlens tidak boleh dipakai tidur, kalau masih dilanggar dan sakit, berarti ya salah sendiri. Saya pun pernah kok tidur siang dengan memakai softlens, tapiiiii softlensnya masih baru di saya, jadi dipakai masih enak. Tetap saja ini bukan pembenaran yaa.
 
Jika hal-hal tersebut dilanggar, risikonya besar, antara lain luka di mata. Jika mata terluka, mau tidak mau kan harus keluar biaya ke dokter sehingga yang tadinya mau praktis memakai softlens malah repot. 

See you in my next post, please drop comment below so we can know your experience too

Perencanaan Keuangan di Usia 30 Tahunan

Bicara tentang keuangann ini sangat menarik walaupun ini topik sensitif, terutama buat sebagian orang yang masih belum merasa berkecukupan. Belum lagi baca-baca feed di social media yang cenderung menebar “ketakutan”.

Ketakutan, iya. Sekaran takutnya bukan sama jerawat lagi, tapi dengan pertanyaan-pertanyaan: sudah punya tabungan rutin belum? Kalau asuransi kesehatan, lalu asuransi jiwa? Dana darurat apa kabarnya? Eh ada juga dana-dana lain, dana pernikahan, kelahiran anak, maternity shoot, dana pendidikan juga?

Apalagi seperti saya, sudah melewati 30 tahun, dan berkeluarga.

Sudah mulai tidak nafsu makan membayangkannya, ternyata hidup nggak hanya butuh pasangan saja, atau ada anak bakalan ada rejeki, tapi butuh uang! Saya sendiri masih hedon sesekali, dan hobi ngumpulin foto walaupun nggak sering-sering banget posting di feed. Namun, jangan lupa namanya perencanaan keuangan mulai dari sekarang.

Wah, kalau perencanaan keuangan berarti banyak dong yang harus disiapkan? Benar, banyak yang harus disiapkan. Saya akan bahas juga beberapa cara perencanaan keuangan ala saya, yang bisa diterapkan bahkan dari usia muda:

1. Jual warisan

Ini adalah perencanaan keuangan paling mudah jika punya warisan. Ketika mendapatkan warisan, baik itu dalam bentuk uang maupun aset, otomatis jadi mudah me-manage ketika sudah liquid. Namun, kekurangannya adalah nggak semua orang dapat warisan yang nilainya “plus”, kadang-kadang ada yang warisannya malah berupa hutang.


2. Menikahi pasangan kaya


Ini cita-cita saya jaman dulu, sebelum saya menikah. Saya punya keinginan menikahi pria yang kaya supaya saya tidak perlu bekerja. Kenyataannya begitu saya menikah, tidak bekerja itu terasa hampa, apalagi jika berada dalam mode “meminta” uang pasangan. Bukan berarti salah, cuman ternyata cara ini nggak nyaman saja buat saya.



3. Punya banyak anak


Ini banyak dilakukan oleh masyarakat karena punya banyak anak bisa berpotensi ada yang mengurus di hari tua. Sejujurnya saya sendiri belum sampai pada tahap ini, dan orang tua saya juga tidak mengajarkan saya metode ini karena punya beberapa kelemahan, yakni pasti berkurangnya kenyamanan kedua belah pihak apabila tinggal bersama. Kebanyakan metode ini dijalankan dengan cara hidup dalam satu atap.



4  Hidup sehat

Ini cara yang paling mudah teorinya namun pelaksanaannya cukup sulit. Saya sendiri sedang berusaha di tahap ini. Hidup sehat ini sangat bermanfaat untuk menjaga badan tidak mudah sakit, secara sakit itu kan mahal.



5. Rajin menabung

Kalau ini sudah tahu, ini cara vernakular perencanaan keuangan, dan sampai hari ini masih efektif. Instrumen keuangan menabung ini paling aman, dan jumlahnya nggak naik turun drastis sehingga cocok hampir semua orang.



6. Passion untuk uang

Apa yang saya kerjakan, sebisa mungkin menghasilkan, termasuk hobi. Sehingga, hobi kita tidak akan terlalu “banyak” makan biaya, karena bisa dimonetisasi.



7. Punya backup

Semulus apapun jalan hidup yang dilalui seseorang, pasti ada saat kelam dan mencekam, terutama soal keuangan. Rintih, dan sensitif. Salah satu backup efektif dalam kondisi darurat adalah uang cash, paling cair dan mudah digunakan untuk apapun. Cash dalam hal ini, contohnya adalah tabungan, yang bisa dicairkan kapan saja.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana dala kondisi yang cukup, dalam artian saya bukan orang yang bergelimang harta, bukan penerima warisan juga, dan keuangan menengah, apa yang bisa dilakukan? Kalau saya pribadi, saya memilih untuk mengalihkan biaya jajan ke sesuatu yang lebih berguna, contohnya asuransi.

Asuransi, lagi? Saya pikir tadinya, asuransi itu mahal, ribet, dan saya paling benci kalau harus ketemu agen yang ngobrol dan menjelaskan dengan semangat. Saya nggak suka dijuali, kalau saya mau beli saya akan beli.

Terus kemarin itu saya mencoba cari-cari asuransi yang biayanya murah, nggak ketemu sales (jujur saya males ketemu sales yang annoying) dan dibelinya mudah. Beneran, ketemunya yang harganya terjangkau, yang saya beli ini adalah Simas Jiwa Hospital Cash Cover yang preminya mulai dari Rp 9.900,00 per bulan.

Satu hal yang saya suka, selain harganya terjangkau, dan tentunya sesuai kebutuhan saya, belinya sangat mudah hanya hitungan menit di aplikasi saja. Malas download aplikasinya? Ini saya belinya di aplikasi Grab.

Berikut cuplikan langah pembeliannya yang sangat mudah: buka aplikasi Grab, pilih “more” > “insurance” > “Hospital Cash Cover”, nah setelah ini tinggal pilih plannya saja.






















Ini metode pembayarannya bisa menggunakan OVO, kartu kredit, maupun bank transfer.



Saya memilih dengan kartu kredit akan diarahkan ke gerbang pembayaran seperti di bawah ini.

 
 
 
Nah setelah itu sudah tinggal ikuti langkah selanjutnya dan polis nanti akan muncul di email serta di aplikasi.

Di sini saya bisa beli sendiri untuk saya, maupun anggota keluarga saya, dengan pembayaran yang bisa bulanan atau full per tahun. Covernya bisa maksimal 250.000 per hari.

Yang saya lihat sekarang apa-apa mudah, termasuk beli barang, juga beli asuransi, di mana asuransi ini jadi perencanaan keuangan yang wajib setelah saya melewati 30 tahun. Terus di bawah 30 tahun ke mana saja? Ya saya pikir tadinya tidak butuh, terus kan saya kira lama, musti tanda tangan polis, eh sekarang apa-apa mudah dan serba digital.

Kemudahan ini yang menurut saya membantu dan bermanfaat, apalagi dijadikan kayak gift card seperti ini kan berguna sekali.

Share dong di komentar, perencanaan keuangan seperti apa lagi yang cocok diterapkan sekarang?