Review Scarlett Acne Serum dan Whitening Facial Wash - Skincare Viral?

Kondisi kulitku seringkali berubah, dan belakangan ini menjadi berminyak dan mudah berjerawat. Kebetulan karena ada beberapa urusan saya juga keluar kota, kondisi jerawatnya jadi makin parah, entah karena beda airnya atau bagaimana, padahal perawatan wajah yang saya pergunakan masih sama.

Ternyata setelah nanya-nanya ke teman dokter, juga ngecek referensi di google, yang saya alami ini adalah "adult acne" atau jerawat dewasa. Saya kira jerawat hanya dialami masa pubertas atau remaja, ternyata sudah usia setengah baya seperti saya bisa jerawatan juga. Lantas, apa bedanya dengan jerawat usia remaja? Yang paling kelihatan, di saya, jerawat dewasa ini muncul di rahang dan pipi bagian bawah. Kadang diperparah pada saat datang bulan, jerawatnya datang duluan dan perginya belakangan. Yang menyebalkan adalah noda bekas jerawatnya susah hilang, dan kulit jadi kasar kena sisa jerawat.

Saya sendiri sempat menghentikan rangkaian skincare saya karena saya kira tidak cocok, ternyata tetap jerawatan. Jadi, saya memutuskan untuk mengganti sebagian skincare saya ke skincare yang khusus jerawat. Pilihan saya tiba pada skincare jerawat yang viral di sosial media, yaitu Scarlett. Scarlett sendiri bukan nama baru di brand lokal, dan reputasinya tidak bisa diremehkan karena memang klaimnya itu nggak yang mengada-ada dan beneran sesuai.


Cuman karena spesifik saya kepengen mengatasi jerawat jadinya saya mencoba Scarlett Acne Serum dan Facial Wash.

Scarlett Acne Serum

Di dalam Acne Serum terdapat kandungan Tea Tree Leaf Water, Salicylic Acid, Jeju Centella Asiatica, Liquorice Extract dan Vitamin C yang dimana bermanfaat sebagai :
-
Merawat kulit yang berjerawat
Meremajakan kulit wajah
Merawat kulit yang berjerawat
Mencegah tanda tanda penuaan dini

Packaging
Kemasannya menurut saya ini minimalis dan informatif. Hadir dengan kotak bersegel, kemasannya berwarna putih dengan kombinasi ungu muda. Yang saya suka, informasi produk tertulis dengan jelas di kotaknya, termasuk tanggal kadaluarsa di bagian bawah kemasan. Di bagian dalamnya juga dilengkapi dengan mika penahan sehingga walaupun beli online dipastikan kemasan botol kaca ini akan aman. Dan kalau kotaknya dibuang, tetap tidak repot ngecek tanggal kadaluarsa karena tertulis di bawah botol.







Untuk botolnya sendiri terbuat dari kaca, bening dengan pipet ala serum gitu, dan ya tentu saja berfungsi sebagaimana mestinya. 




Texture
Untuk teksturnya sendiri, menurut saya ini lebih ke watery gel gitu. Tidak terlalu pekat, juga tidak encer banget seperti air. Isi serumnya bening dan tidak berbau sehingga cocok untuk kulit yang sensitif terhadapa wewangian.






Cara pemakaiannya adalah sebelum menggunakan pelembab, saya menggunakan serum ini, pagi dan malam. 

Result
Hasil yang paling terasa adalah kulit wajah tidak beruntus, dan pori-pori juga tetap terjaga nggak kelihatan mekar sekali pada saat difoto. Wajah saya jadi lebih ready untuk makeup dan pemakaian serum yang cocok tentu saja akan membuat langkah skincare selanjutnya jadi maksimal.

Apalagi saya jarang pakai makeup dan foundation selain untuk meeting, jadi ya lebih banyak tampil dengan bare face. (Hasil lengkap bisa dilihat di akhir post)

Scarlett Whitening Facial Wash

Packaging
Sama dengan serumnya, kemasannya berisi informasi produk dan tanggal kadaluarsa sehingga memudahkan kita untuk mengetahui info produk sebelum membuka bagian dalam.

Botolnya sendiri menggunakan botol ulir dengan tutup flip-off, dan yang saya paling suka adalah botol model ini bisa dipakai kembali. Siapa tau nanti Scarlett jual refill ya kan.



Botolnya bisa dipakai kembali nih



Texture
Facial wash Scarlett ini di dalamnya ada scrub halus, dan ada rose petal yang jika terpegang itu feel-nya like gel gitu. Lucu sih menurut saya, dan unik ya. Ditambah lagi warnanya pink muda membuat eye catching di kamar mandi.





Result
Hasilnya penggunaan facial wash ini di saya tidak membuat kulit kering dan ketarik pas selesai mandi, jadi ya aman dipakai setiap mandi. 

Untuk hasil lengkapnya pemakaian serum dan facial wash ini bisa dilihat di foto di bawah ini.

Di foto kiri terlihat jerawat dan bekasnya yang lumayan ketara

Pemakaian 4 hari

Pemakaian 2 minggu, bisa dilihat noda jerawat mulai pudar dan pori-pori wajah tidak mekar walaupun foto tanpa makeup.



Jadi buat readers yang memang mencari serum untuk acne, serum Scarlett ini saya rekomendasikan, bukan karena viralnya, namun memang ada hasilnya dan terlihat dalam wakti yang relatif cepat. Re-purchase? Yes, saya kalau sudah cocok sama satu produk malas ganti-ganti lagi.


For more information product, visit Scarlett Instagram.



See you in my next post, please drop comment below so we can know your experience too

7 Pantangan Saat Memakai Softlens

 

 
Softlens membuat mata auto cantik, makanya banyak banget yang suka memakainya, bahkan dalam kondisi mata tidak minus sekalipun. Berpengalaman memakai softlens selama 14 tahun, saya pernah juga mengalami hal-hal tidak menyenangkan karena softlens. Maka dari itu di artikel ini saya merangkum apa yang perlu kita perhatikan sebelum membelinya.

1. Jangan membeli online, jika...
Ini penting sekali, terutama jika pertama kali memakai softlens, karena pengguna pertama itu masih belum memahami cara pakai softlens. Pilihlah optik yang nyaman untuk bisa mengukur ukuran softlens dan pastikan petugasnya mau mengajari cara menggunakan softlens pertama kali. Dulu, saya pertama kali memakai softlens umur 17 tahun. Waktu itu saya masih tinggal di desa, jadi pas liburan ke luar kota (Surabaya) saya mampir ke optik langganan kakak saya, namanya JM Top Optical. Di sana diajari cara pakai softlens dengan sabar sekali oleh petugasnya.

2. Softlens expired pendek / immediate use
Ini kejadian di saya. Beberapa bulan lalu saya membeli softlens buy 1 get 1 di shopee, dari Exoticon, toko resminya softlens X2. Nah, bermasalahnya di softlens gratisnya, pas dipakai expired pendek, dan di mata keras! Ya, keras, ganjel, sepet, whatever, akhirnya berakhir di sampah. Jadi jangan sekali-kali tergiur gratisan, bahkan dari toko resmi pun tidak aware kalau softlens gratisan itu mungkin sudah jelek. Kayak gini ya pastinya berakhir di tempat sampah, daripada mata saya iritasi. Jika dipaksakan, risikonya adalah luka di mata, dan pasti habis uang lebih banyak untuk benerin ke dokter mata.

3. Softlens tidak ada ijin
Kalau dipakai enak sih nggak masalah. Kalau dipakai nggak enak, ini tidak bisa menyalahkan siapa-siapa. Kejadian di saya waktu itu mata saya iritasi menggunakan softlens yang tidak berijin, sehingga saya juga tidak bisa komplen ke siapa-siapa. Di masa lampau, sekelas Bausch n Lomb Indonesia saja pas softlens-nya sampai dan keras, diproses tidak ada tanggapan berarti lewat partner jualannya di Lensza, ya udah deh cukup tau saja saya ngga perpanjang, softlens nya berakhir kembali di tempat sampah. 

4. Harga sangat murah
Ada harga ada rupa, ternyata benar. Beberapa softlens keluaran X2 yang harganya sangat murah sekitar 30ribuan, itu beda dengan yang lebih mahal. Ada yang cocok dengan yang murah itu, namun sayangnya nggak cocok di saya jadi saya nggak teruskan pakai. Kembali di tempat sampah setelah beberapa kali pakai saja. 

5. Softlens melebihi masa pakai
Sejujurnya saya pernah memakai softlens melebihi masa pakai, tapi yang mahal, dan kebetulan mungkin karena softlens nya berkualitas bagus di saya enggak apa-apa. Tapi, ini bukan buat dibanggakan ya, tetap saja sebaiknya cycle softlens mengikuti apa yang ada di boks nya. 

6. Memakai softlens saat menangis
Ini tidak disengaja. Maksud saya di sini menangis bukan yang mode ringan seperti pas nonton drama, tapi beneran menangis yang keras dan keluar air mata. Entah kenapa, kalau di saya ya, selesai menangis itu softlens jadi lengket di mata, dan agak sulit dibuka. Untuk membuka softlensnya, saya harus menunggu "mata normal" dulu, dalam artisan nggak bengkak dan merahnya berkurang. 

7. Ceroboh, pelupa, dan malas
Sudah jelas ditulis di boks nya kalau softlens tidak boleh dipakai tidur, kalau masih dilanggar dan sakit, berarti ya salah sendiri. Saya pun pernah kok tidur siang dengan memakai softlens, tapiiiii softlensnya masih baru di saya, jadi dipakai masih enak. Tetap saja ini bukan pembenaran yaa.
 
Jika hal-hal tersebut dilanggar, risikonya besar, antara lain luka di mata. Jika mata terluka, mau tidak mau kan harus keluar biaya ke dokter sehingga yang tadinya mau praktis memakai softlens malah repot. 

See you in my next post, please drop comment below so we can know your experience too